Serial Diskusi Integrasi Ilmu

INTEGRASI ILMU PASCAPANDEMIK COVID-19, “MELAHIRKAN NORMA BARU”.

JAKARTA. Kesemarakan kegiatan akademik di Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada masa pandemik COVID-19 ditandai dengan terselenggaranya diskusi integrasi ilmu perdana pada Rabu, 29 April 2020.  Jam 09.00-11.00 WIB.  Kegiatan diskusi perdana ini diisi oleh praktisi, sekaligus akademisi, Agus S. Djamil, M.Sc.  Beliau adalah Dosen Teknik Pertambangan lulusan Stanford University,   Advisor Indogeo Social Enterprise, dan Senior Consultant Panji Laborta Institute. 

Judul Makalah dan Foto Kegiatan

Dalam pemaparannya, pembicara membagi materi menjadi 3 bagian yaitu (1) ERA PASCA WABAH GLOBAL COVID-19, (2) INTEGRASI ISLAM DAN IPTEK, dan (3) GAGASAN PRAKTIS. Pemaparannya yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut telah menguraikan secara rinci aspek intergrasi Islam dan sains yang meliputi 5 aspek: (1) MEMBERIKAN RUH ISLAM pada dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) MEMBANGUN SIKAP ILMIAH cendekiawan muslim, (3) BERORIENTASI PADA SOLUSI MASALAH DI SINI (INDONESIA) DAN HARI INI untuk menyongsong Peradaban Bahari 2045, dengan IPTEK, (4) BERKAITAN DENGAN HALAL HARAM dalam ibadah dalam Islam, dan (5) AL-QUR’AN MEMBERIKAN KATA KUNCI dan membantu lompatan kemajuan dan penemuan dalam dunia IPTEK. Diakhir pemaparannya, pembicara yang telah menulis beberapa buku yang berorientasi integrasi keilmuan seperti, Buku Al Qur’an dan Lautan membagikan inspirasi dan gagasan praktis dalam implementasi integrasi keilmuan yang pada prinsipnya menjadikan Al Qur,an sebagai inspirasi dalam kegiatan riset dan pembelajaran yang didorong oleh rasa keingintahuan secara scientific yang dalam istilah beliau dinamakan provocative thingking.  Bahkan beliau mengutip QS Al Fatir (35) : 9

Artinya : Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

Pola pikir ini perlu ditekankan karena setelah pandemik COVID-19 akan melahirkan norma baru. Era yang bukan saja meliputi dunia teknologi digital yang teruji dengan pengalaman lebih banyak orang dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tetapi juga meliputi berbagai sendi kehidupan demikian ungkapan beliau dalam makalahnya.

Foto diantara para peserta yang hadir

Alhamdulillah, kegiatan yang dilaksanakan melalui Video Conference ini dimoderatori oleh Ketua Program Studi Kimia, Dr La Ode Sumarlin, M.Si, dan diikuti oleh sekitar 25 peserta dosen serta mahasiswa.  Selain itu, dihadiri pula oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama FST memberikan komentar pembuka yang menekankan moderasi beragama yang mungkin berkaitan dengan integrasi ilmu dan Islam dengan Islam sebagai Rahmatan lil’alamin. Pada sesi akhir setelah pemaparan, Dekan FST, Prof Dr Lily Surayya Eka Putri, M.Env.Stud, juga memberikan komentar yang pada dasarnya mendorong kegiatan sejenis untuk terus dilakukan demi menyemarakkan bulan Ramadhan dan sekaligus menjaga atmosfir akademik meskipun dalam suasana pandemik COVID-19. (LS)