Stadium General (13 Mei 2020)

Hilirisasi dan Pengembangan Riset Komputasi Biomolekuler dalam Penyelesaian Masalah Kesehatan Global (Topic of Interest : Covid-19 Diagnostic & Therapetic)

Jakarta. Sejak 30 Januari 2020, WHO telah menyatakan bahwa pandemi COVID-19 telah menjadi masalah darurat kesehatan global. Sampai 13 Mei 2020 di seluruh dunia telah terjadi sebanyak 4,3 juta kasus dengan 14,7 ribu kasus berasal dari Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat menemukan kandidat obat yang mampu mengatasi COVID-19.

Tantangan ini menjadi motivasi prodi kimia melaksanakan Studium General (SG) yang relevan dengan bidang kajian program studi. Kimia komputasi dan bioinformatika menjadi salah satu pendekatan yang paling relevan dengan proses drug discovery.

Studium general dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Mei 2020 pada pukul 09.30 sampai 12.00 WIB. Masih dengan semangat work from home, studium general dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Sebagai host adalah Ketua Prodi Kimia, Dr. La Ode Sumarlin, M.Si. Acara dibuka oleh dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Lily Surraya Eka Putri, M.Env.Stud. Sebagai narasumber adalah Dr. rer.nat Arli Aditya Parikesit, MSi dan Dr. Sandra Hermanto, M.Si sebagai moderator.

Drug Repurposing Option for Covid-2019 with Structural Bioinformatics Approach

Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan materinya dalam dua bagian. Bagian pertama tentang proses pengujian secara komputasi obat yang telah dikenal dan interaksinya dengan covid-19. Pendekatan ini secara global telah dilakukan dan memunculkan klorokuin dan remdesivir sebagai kandidat obat COVID-19.

Prediksi Struktur Anti-Sense siRNA Gen RNA Polymerase Enzyme (RdRp) Virus SARS-CoV-2

Bagian kedua dipaparkan tentang pendekatan kimia komputasi dan bioinformatika dalam pengenalan struktur RNA dari COVID-19. Hal ini di dasari peran dari RNA dalam meregulasi gen.

Peserta studium general secara keseluruhan adalah 170 orang. Diantaranya adalah dosen dan mahasiswa, baik dari prodi kimia maupun dari luar prodi kimia. Diskusi berlangsung secara interaktif dan banyak pertanyaan menarik yang diajukan.

Hikmah dari adanya pandemi COVID-19 ini, diharapkan mampu memicu kajian penelitian yang relevan. Dan akhirnya, semoga pandemi segera berakhir dan kita bersama dapat menyongsong new normal yang lebih baik. (AFT)