WORKSHOP PENGEMBANGAN PROGRAM STUDI KIMIA

“Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka”

Jakarta. Program studi kimia mengadakan workshop pengembangan program studi dengan tema “Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka”. Sebagai Narasumber adalah Dr Ratnaningsih Eko S, M.Si (Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu UPI Bandung) dan moderator Dr Sandra Hermanto, M.Si. Workshop dilaksanakan pada hari Rabu (23/9/2020) pada pukul 08.30 – 12.30 WIB melalui platform zoom meeting.

Konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dimuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dalam peraturan tersebut termuat beberapa perubahan yang mengharuskan universitas untuk melakukan penyesuaian. Salah satu bentuk penyesuaian ini adalah penyusunan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Beberapa perubahan yang dimunculkan dalam SN-DIKTI 2020 adalah tentang penelitian, perancangan, atau pengembangan; pelatihan militer; pertukaran pelajar; magang; wirausaha; dan pengabdian kepada masyarakat. Komponen tersebut wajib ditambahkan sebagai bentuk pembelajaran bagi program pendidikan dari tingkat diploma sampai pasca sarjana.

Implementasi kebijakan MB-KM pada kurikulum diantaranya perubahan pola magang, KKN, riset yang diharuskan mencapai minimal 20 SKS. Selain itu, terdapat pula peraturan yang memberikan hak kepada mahasiswa untuk melaksanakan perkuliahan sebanyak 3 semester di luar program studi. Hal ini menyebabkan perlunya rancangan kurikulum yang tepat.

Kurikulum yang dirancang memiliki beberapa alternatif pilihan. Alternatif pertama, struktur kurikulum tidak berubah. Keunggulan dari pola ini adalah praktis. Akan tetapi beresiko mahasiswa yang menggunakan hak 3 semester belajar di luar prodi belum memperoleh seluruh MK inti keilmuan prodi. Alternatif kedua adalah penataulangan struktur kurikulum. Alternatif ini mengharuskan penyusunan secara terperinci mulai dari profil sarjana, distribusi mata kuliah, dll.

Pada sesi kedua workshop dilakukan review kurikulum program studi kimia 2020 untuk dilakukan sinkronisasi dengan konsep MB-KM. Dengan berpedoman dengan deskripsi profil sarjana kimia, kurikulum yang berlaku sekarang dapat diterapkan dengan penyesuaian. Penyesuaian ini berupa penata ulangan mata kuliah inti kimia untuk dapat masuk pada semester 1 – 5. Beberapa alternatif didiskusikan untuk kemudian dapat dijadikan pertimbangan.

Workshop dilaksanakan secara interaktif dengan peserta berasal dari dosen prodi kimia, dosen di luar program studi, serta pimpinan prodi dan fakultas. Menjadi harapan bersama, dengan diberlakukannya konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dapat menghasilkan sarjana dengan kompetensi yang memiliki daya bersaing. (AFT)