WEBINAR VISION (Virtual Industry Innovation)

“Industri Sebagai Partner Strategis dalam Pengembangan Penelitian dan Proses Akademik Prodi Kimia”

Jakarta. Rabu (21/10/20), Program studi kimia bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKA) menyelenggarakan webinar vision (Virtual Industry Innovation). Webinar ini dilaksanakan sebagai bentuk usaha mendekatkan mahasiswa prodi kimia dengan dunia industri. Masih dalam suasana pandemi covid-19, kegiatan dilaksanakan melalui platform zoom meeting. Peserta webinar ini sebanyak 145 orang, terdiri dari dosen prodi kimia, peserta undangan, dan mahasiswa kimia.

Webinar dimulai pada pukul 09.00 WIB oleh pembawa acara, Syekhoh Sultonah (Kimia 2019). Sambutan Program Studi diwakili oleh Dr. La Ode Sumarlin, M.Si. Sambutan HIMKA diwakili oleh Ario Bisma sebagai ketua HIMKA. Selain itu, sebagai ciri khas di setiap awal kegiatan prodi dan HIMKA, dibacakan ayat suci Al-Quran. Pada kesempatan kali ini, pembacaan ayat suci Al-Quran dilakukan oleh Sri Komala (Kimia 2019).

Webinar pada kesempatan ini mengambil tema “Industri Sebagai Partner Strategis dalam Pengembangan Penelitian dan Proses Akademik Prodi Kimia”. Narasumber yang memberikan materinya adalah tim Humas PT. Sidomuncul yang diketuai oleh Bambang Supartoko, SP., M.Si., M.M.Par. Berperan sebagai moderator diskusi adalah Dr. Hendrawati, M.Si.

Dalam pemaparan, disampaikan tentang kondisi industri jamu dan perkembangannya dari masa ke masa. Industri jamu yang dikelola PT Sidomuncul telah dimulai sejak 1940 dalam skala industri rumahan. Hingga saat ini menjadi pemain utama dalam industri jamu di Indonesia.

Kemampuan untuk dapat bertahan tidak terlepas dari peran para inovator di dalam PT Sidomuncul. Inovasi yang dihasilkan salah satunya sangat bergantung pada riset dan pengembangan produk. Riset terhadap permintaan pasar menjadi acuan penting untuk bisa memastikan penerimaan suatu produk. Selain itu riset yang berbasis kimia juga penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas produk.

Industri jamu menjadi industri yang strategis di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kultur budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Bahkan, pada masa pandemi covid-19, permintaan akan produk PT Sidomuncul di pasar meningkat pesat.

Diskusi berjalan dengan interaktif. Banyak pertanyan yang disampaikan oleh mahasiswa. Diantaranya tentang bagaimana teknik pengelolaan limbah, proses Research and Development, hingga strategi yang diterapkan PT. Sidomuncul untuk dapat terus berkembang.

Acara ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan pembacaan doa oleh Nur Fitriah Azizah (Kimia 2019). Dengan diselenggarakannya webinar ini, diharapkan mampu memberikan gambaran sekilas tentang dunia industri, strategi pengembangan produk, serta peran dari penelitian kimia di dalamnya. (AFT)