WEBINAR BERSAMA KIMIA Seri 4: Autentikasi kehalalan Produk Turunan Hewani

Jakarta. Sabtu, 19 Februari 2022 telah diselenggarakan Webinar Kimia Seri 4 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menampilkan Tiga Narasumber dari Tiga Program Studi Kimia di bawah PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Ketiga Narasumber yang menampilkan tema-tema yang sangat bermanfaat dan berkembang saat ini diantaranya 1). UIN Malang, Dr. Anik Maunatin, MP (Eksopolisakarida yang dihasilkan oleh Bakteri Asam Laktat Sebagai Produk Biopolymer Kaya Manfaat), 2). UIN Jakarta, Dr. Sandra Hermanto, M.Si (Aplikasi Proteomik dan Kemometrik dalam Autentikasi kehalalan Produk Turunan Hewani), dan 3) UIN Yogyakarta, Irwan Nugraha, M.Sc (Lempung Smektit: Struktur, Sifat-sifat, Aplikasi, dan Karakterisasi)

Pada kesempatan ini Dr. Sandra Hermanto, M. Si selaku Dosen Program Studi Kimia UIN Jakarta memaparkan materinya tentang beberapa contoh aplikasi proteomik dan kemometrik dalam autentikasi kehalalan Produk Turunan Hewani. Pemaparan ini dimulai dengan penjelasan latar belakang bahwa dalam industry halal global Indonesia masih berada pada ranking 4 di bawah negara Malaysia, Saudi Arabia dan UEA. Hal ini tentu memberi peluang bagi Indonesia untuk bersaing di bidang pengembangan industry halal melalui percepatan sertifikasi halal dan riset-riset terkait dengan Jaminan  Produk Halal. Setiap tahun kasus oplosan dan penipuan produk makanan halal semakin serring terjadi. Di sisi lain pengawasan tetang kehalaln produk pangan yang beredar juga masih belum optimal. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode autentikasi produk halal yang cepat dan akurat melalui uji laboratorium.

Gambar 1. Metode autentikasi produk hewani yang sudah ada (PCR dan ELISA)

Gambar 2. Contoh hasil PCR babi, ayam, ikan, udang, dan daging

Lanjut Beliau yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Pengkajian dan Pengembangan Jaminan Produk Halal (P3JPH) UIN Jakarta, menyebutkan bahwa berbagai Teknik analisis yang dikembangkan diantaranya  analisis genomic dengan teknik real time PCR (Polymerization Chain Reaction) dan analisis proteomik yang meliputi: teknik kromatografi dan spektroskopi, Enzym-linked Immunosorbent-assay (ELISA) dan teknik elektroforsis (2D dan SDS-PAGE). Teknik ELISA memiliki banyak keunggulan antara lain waktu analisis yang relatif cepat dan tidak memerlukan instrument yang rumit hanya saja masih terkendala dengan terbatasnya Kit Komersil.  Pendekatan lainnya melalui teknik elektroforesis memungkinkan untuk autentikasi kehalalan melalui pendeteksian protein biomarker.

Selain itu menurut Narasumber Lulusan Universitas Indonesia ini, bahwa terdapat juga metode analisis yang juga cukup berkembang saat ini yaitu melalui pendekatan kemometrik yaitu cabang ilmu kimia yang menggabungkan statistika dengan ilmu kimia analitik.  Contoh autentikasi halal dengan metode kemometrik yaitu dengan menggunakan spektrsokopi FT-IR (Fourier Transform Infra-Red) yang digabungkan dengan analisis multivarian (PCA dan PLS).

Tidak terasa acara yang diselenggarakan sekitar 3,5 jam dengan Host dari Program Studi Kimia UIN Malang berakhir sekitar Jam 12.00 WIB. Peserta juga cukup antusias dari Dosen dan Mahasiswa yang berasal dari berbagai Program Studi Kimia di bawah UIN. Selaini itu peserta yang hadir kurang lebih 200-an orang sampai acara berakhir.

Semoga acara ini menjadi rujukan terus untuk menambah wawasan dan meningkatkan kolaborasi antar dosen dan mahasiswa di lingkungan PTKIN. Sampai jumpa di Webinar Kimia seri 5. (AFT)