Studium Generale 2

Discovery of oligosaccharide antigens for semi-synthetic glycoconjugate vaccine leads against acinetobacter baumannii 17978

Jakarta. Program studi kimia menyelenggarakan Studium General kedua di tahun 2022. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Juni 2022. Tema yang dibawakan adalah Discovery of oligosaccharide antigens for semi-synthetic glycoconjugate vaccine leads against acinetobacter baumannii 17978. Sebagai pemateri adalah Julinton Sianturi, Ph.D dari Max-Planck Institute. Narasumber sedang menempuh post doctoral di bidang biomolecular system di bawah bimbingan Prof. Peter H. Seeberger. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa aktif kimia, Ka. Prodi Kimia, Sek. Prodi Kimia, serta perwakilan Dekanat Fakultas Sains dan Teknologi. Studium generale dilaksanakan sebagai kegiatan rutin untuk mendekatkan mahasiswa dengan para praktisi di bidang keahliannya.

Acara dimulai oleh Selah (Kimia 2021) sebagai MC. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nabilah Amanda Kusuma (Kimia 2021). Sambutan pembuka oleh Dr. Nani Radiastuti (Wakil Dekan 2 FST UIN Jakarta).

Pada acara inti, pemaparan materi oleh narasumber dimoderatori oleh Tarso Rudiana, M.Si. Materi yang disampaikan adalah beberapa penelitian narasumber dengan tema synthesis of saccharide fragments for vaccine development and cancer immunotheraphy. Materi disampaikan secara terperinci mulai tahap sintesis, uji aktifitas, dan studi labelling.

Studi ini didasari pada kenyataan bahwa sampai saat ini, manusia masih berperang melawan kanker. Sakarida atau gula memiliki hubungan yang erat dengan proses development vaksin terhadap kanker. Gula yang menjadi sorotan adalah gula yang terdapat pada permukaan sel. Dengan mempelajari gula ini, diharapkan dapat menghasilkan vaksin yang secara selektif mampu membunuh sel kanker.

Studi ini merupakan bagian kecil dari rangkaian panjang proses development vaksin. Pada kondisi normal, satu produk vaksin akan memerlukan serangkaian riset yang komprehensif dan memakan waktu lama (± 12 – 15 tahun).

Pada sesi tanya jawab, banyak muncul diskusi berkaitan dengan topik penelitian. Diantaranya, perbandingan proses development vaksin dalam kondisi normal dan kondisi luar biasa (contohnya pandemi Covid-19), serta diskusi mengenai seberapa jauh akademisi Indonesia dapat berperan dalam bidang riset di dunia internasional dan di Indonesia sendiri. Dari sudut pandang narasumber, orang Indonesia sangat bisa untuk ambil bagian, yang paling penting adalah mengembangkan kemampuan, kepercayaan diri dan keberanian untuk mencoba.

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Narasumber dan pembacaan doa oleh Maulana Hasan Al Ghifari (Kimia 2021). Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan menambah wawasan kepada peserta studium generale mengenai sejauh mana topik riset yang dikerjakan oleh peneliti di belahan dunia yang lain. (AFT)