KAJIAN MANAJEMEN AKSI (MANASI)

Jakarta, Sabtu 15 Oktober 2022. Himpunan Mahasiswa Kimia (Himka) oleh Departemen Advokasi menyelenggarakan Kajian Manajemen Aksi (MANASI) bertemakan BERDASI (Bedah Alur dalam Birokrasi Aspirasi).  Acara ini merupakan Kajian Manajemen Aksi (MANASI) pertama yang diselenggarakan secara offline setelah tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara online via Zoom Meeting.

Kegiatan ini dihadiri oleh 57 participant yang terdiri dari mahasiswa aktif Fakultas Sains dan Teknologi, Kepala Program Studi Jurusan Kimia, Ketua Himpunan Mahasiswa Kimia (Himka), dan Narasumber acara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa agar mampu dan berani menyalurkan aspirasi menggunakan alur yang tepat dan sesuai aturan yang berlaku di dalam lingkungan kampus.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Septya Andiyani, mahasiswa aktif Kimia 2020 selaku pembawa acara.  Kajian ini dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Atika, mahasiswa aktif Kimia 2019, pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Shava Fitrah Sahaja, mahasiswa aktif  Kimia 2020.

Selain itu diisi oleh sambutan-sambutan oleh berbagai pihak yaitu Ketua Pelaksana Kajian Manajemen Aksi (MANASI), Dimas Iswan Ahmadi; Ketua Himpuna Mahasiswa Kimia (Himka), Rafi Naufaldi Haikal diwakili Daffa Putra Hamidi selaku Wakil Ketua Himpuna Mahasiswa Kimia (Himka), sambutan ketiga disampaikan oleh Dr. La Ode Sumarlin M.Si, selaku Ketua Program Studi Kimia.

Selanjutnya memasuki inti acara, penyampaian materi berjalan kondusif dipaparkan dengan sangat menarik dan informatif oleh narasumber kita yaitu Muhammad Abid Al Akbar, Presiden Dema UIN Jakarta periode 2022 – 2023.  Acara kajian ini membahas tentang aspirasi meliputi pengertian aspirasi, hak dan kewajiban mahasiswa dalam beraspirasi, dasar hukum beraspirasi, serta yang paling penting adalah alur dalam berbirokrasi yang baik dan benar dengan menggunakan ilmu yang tepat. 

Disela-sela acara para peserta diminta untuk menuliskan aspirasi yang ingin mereka sampaikan terkait fasilitas kampus, metode pembelajaran di kampus, dll yang nantinya aspirasi yang sudah mereka tuliskan akan dikumpulkan dan dibacakan secara acak oleh moderator. Kemudian masuk ke sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, narasumber  memberikan jawaban terkait masalah-masalah yang sudah dibacakan dan membandingkannya dengan pengalaman tentang masalah yang telah terjadi di dalam kampus. Selain itu peserta juga diberi kesempatan untuk memberi jawaban atau memberi sanggahan terkait arpirasi yang sudah dibacakan.

Ada beberapa poin menarik yang disampaikan oleh narasumber yaitu sebelum menyampaikan aspirasi kita harus mengetahui tujuan dalam menyampaikan aspirasi tersebut, menyampaikan aspirasi merupakan hak mahasiswa yang tidak dapat diganggu gugat, masalah harus dicari untuk menjadi bahan evaluasi, jangan takut dikatakan tidak sopan karena yang kita tunjukan demi masa depan.  Selain itu disampikan pula alur dalam menyampaikan aspirasi meliputi 4 tahap yaitu mengumpulkan data, petisi, menemui rektorat untuk melakukan musyawarah, dan jika suara dan tuntutan tidak juga dikehendaki, maka jalan keluarnya adalah propaganda dan demonstrasi.  Setelah sesi diskusi interaktif, panitia memberikan kenang-kenangan kepada narasumber berupa sertifikat yang diberikan secara simbolik sebagai bentuk terimakasih dan apresiasi panitia kepada narasumber.

Acara Kajian Manajemen Aksi (MANASI) ditutup dengan sesi pembacaan do’a oleh Maulana Hasan Al Ghifari dari mahasiswa Kimia 2021. Lalu sesi foto bersama peserta dan seluruh panitia yang telah hadir sebagai kenang kenangan.

Acara pun selesai, mewakili seluruh panitia Septya Andiyani selaku pembawa acara menutup acara Kajian Manajemen Aksi (MANASI) ini dengan penyampaian terimakasih dan permohonan maaf. MANASI untuk mendorong kemajuan dan prestasi akademik mahasiswa dan kemajuan kampus UIN Jakarta khususnya Program Studi Kimia. (HIMKA)