PELATIHAN PENYUSUNAN PROPOSAL: Mempersiapkan kompetensi mahasiswa/i dalam menyusun proposal penelitian

Jakarta, 7 Oktober 2022. Berlokasi di Ruang Teater FST Lantai 4, Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMKA) Departemen Penelitian dan Pengembangan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan seminar pelatihan proposal. Kegiatan ini difokuskan untuk mahasiswa program Studi Kimia yang akan memasuki masa riset yaitu Angkatan 2019.

Tema yang dipilih pada tahun ini adalah “Mempersiapkan Kompetensi Mahasiswa/i dalam Menyusun Proposal Penelitian”. Tujuannya adalah mengenalkan sistematika penulisan proposal aspek substansi sehingga mahasiswa dapat menyusun proposal dengan baik sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

 

Acara ini dimulai pukul 13.35 WIB dan diawali pembukaan acara oleh Selah (angkatan 2021), diikuti Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Nabilah Amanda Kusuma (angkatan 2021)  dan  sambutan-sambutan. Sambutan ini diisi oleh Ketua Pelaksana, Dita Aini; Ketua Himka, Rafi Naufaldi Haykal; Ketua Program Studi Kimia, Dr. La Ode Sumarlin, M.Si. Program Studi Kimia melalui Ketuanya menekankan kepada para peserta agar saat menulis proposal penelitian tetap mengikuti panduan dalam menulis yang dikeluarkan oleh Program Studi, tidak hanya mengacu pada laporan-laporan sebelumnya. Selain itu, ditekankan pula untuk melaksanakan seminar proposal sesuai dengan time line yang telah disosialisasikan untuk mendukung program lulus tepat waktu.

Sesi utama pada kegiatan ini diberikan oleh Dosen Program Studi Kimia Dr. Yusraini DIS, M. Si. Dosen yang menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Univeristas Indonesia ini membagikan banyak hal seputar penyiapan proposal yang baik. Dalam pemaparannya ditekankan lagi, bahwa dalam penulisan proposal harus memperhatikan panduan penulisan proposal. Adapun sistematika yang biasanya dipersyaratkan meliputi pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, daftar pustaka. Semua bagian-bagian ini harus ditulis dengan baik, jelas dan sistematis dan tidak bertele-tele. Selain itu, dalam penulisan karya ilmiah juga terdapat etika penulisan, khususnya berkaitan dengan praktek plagiarisme. Untuk menghindari ini maka mahasiswa perlu melakukan parafrase dan  pengecekan plagiarisme maksimum 30 persen.

Pemateri yang menamatkan doktoralnya dengan tema Disertasi tentang katalis, juga menekan detil-detil penulisan proposal seperti penulisan bab pendahuluan berisi mengenai latar belakang, rumusan masalah, hipotesis, tujuan penelitian, manfaat penelitian dengan berbagai rinciannya. Penulisan tinjauan pustaka yang disesuaikan dengan keyword penelitian yang dituju. Lalu data pembahasan mengenai penjabaran dari hasil penelitian yang sudah diperoleh serta daftar pustaka sebagai acuan referensi dari penelitian yang dilakukan update dan primer.

Sesi akhir dilanjutkan dengan tanya jawab untuk menggali hal-hal yang belum dipahami oleh para peserta (mahasiswa).  Peserta seminar sangat antusias mengajukan pertanyaan seputar isi proposal, banyaknya isi pada tinjauan pustaka dan pembahasan, bagaimana bimbingan yang efektif melalui softfile atau hardfile, biaya penelitian, dan bagaimana cara sitasi yang baik.

Tidak terasa acara berakhir, dan ditutup oleh moderator dengan menyerahkan sertifikat kepada narasumber secara simbolis sebagai ucapan terimakasih dan penghargaan. Lalu ditutup dengan pembacaan doa dan mengabadikan foto bersama. Sampai ketemu di acara berikutnya, dan mahasiswa makin berkontribusi secara nyata untuk meningkatkan kualitas kegiatan akademiknya, dan MULAILAH DENGAN MENYUSUN PROPOSAL SECARA BAIK. (HIMKA)