Workshop Pengembangan Program Studi: Wawasan Administrasi dan Perencanaan Riset Berbasis Paten

Jakarta, 19 Oktober 2022. Kembali hadir kegiatan yang mengakselerasi kemampuan dan wawasan para dosen di Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Workshop Pengembangan Program Studi. Host dari kegiatan workshop kali ini adalah Program Studi Kimia menggagas tema: Wawasan Administrasi dan Perencanaan Riset Berbasis Paten. Acara ini bertempat di Ruang Sidang Utama (RSU) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pada Kesempatan ini panitia mengundang 2 Narasumber yang berkompeten di bidang ini yaitu Dr. Deni Shidqi Khaerudini, S.Si., M.Eng. dari Research Center for Advanced Materiasl, National Research and Innovation Agency (BRIN) dan Ir. Mohammad Zainudin, M.Eng. Pemeriksa Paten Utama dari Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham dan Hak Asasi Manusia RI. Kegiatan ini dimoderatori dengan sangat baik oleh Dosen Program Studi Kimia Dr. Hendrawati, M Si dan dibuka oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Ir. Nashrul Hakiem, MT., Ph. D.

Pemateri pertama dipaparkan oleh Pak Zain, demikian beliau di sapa, tentang seluk beluk pengurusan paten termasuk memberikan tips dan trik penulisan paten serta memberikan semangat kepada para peserta workshop agar mengajukan paten. Beliau telah memiliki pengalaman panjang memeriksa paten di Instansi tempat bekerja, sehingga banyak hal yang dibagikan pada kesempatan ini.  Selain itu dijelaskan Alur Pendaftaran Paten, termasuk filosofi Alur Perlindungan Paten secara rinci.  Ternyata pemahaman tentang alur ini penting karena akan menimbulkan motivasi pada para peserta untuk melihat pilihan-pilihan yang mungkin terutama dengan waktu-waktu yang akan dijalani selama proses pengajuan paten.

Pemateri kedua Dr Deni, menekankan aspek teknis penyusunan dokumen paten. Dr Deni memaparkan banyak hal seputar penyusunan paten sesuai dengan pengalamannya membimbing paten sekaligus “pemain” langsung dalam aktivitas penyusunan paten dengan berbagai peluang dan tantangannya. Beliau bisa menjelaskan banyak hal karena telah menghasilkan sekitar 18 paten bersama timnya, bahkan diantaranya telah masuk kategori komersil.

Kedua pemateri telah memberikan wawasan baru dan pengetahuan serta dorongan untuk mempersiapkan paten mulai dari aspek perencanaan penelitian. Namun, dari dua pemateri ini pula ditemukan kata kunci yang relevan, dan menjadi motivasi peserta dari Prodi Kimia, Prodi Fisika, Prodi Teknik Informatika, dan Prodi Biologi di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta “untuk segera mengajukan pendaftaran Paten hasil penelitian SEBELUM PUBLIKASI ILMIAH, menulis paten lebih mudah dibandingkan dengan publikasi ilmiah karena tidak ada persyaratan jumlah KEMIRIPAN TULISAN, yang PENTING BEDA KLAIM. Semoga menjadi pemantik untuk terus meningkatan jumlah paten, khususnya paten komersil. (LOS)