STANDAR MINIMAL PERFORMANCE DOSEN KIMIA

Jakarta. Pada pertemuan Rapat Internal Program Studi Kimia 3 Maret 2021 telah disepakati agar dosen kimia meningkatkan performance-nya sehingga kualitas kegiatan pengembangan program studi kimia Fakultas Sains dan Teknologi berjalan melalui standar tertentu dan pelaksanaannya lebih sistematis. Perlu kita pahami bahwa performance ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Pemenuhan standar ini perlu komitmen dalam pencapaiannya sehingga mendorong peningkatan kualitas sistim pelayanan Pendidikan di program studi kimia. Butir-butir komitmen standar minimal performance diantaranya adalah:

  1. Tertib administrasi. Fokus dari dari butir ini adalah tersedianya perangkat Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dokumen penilaian yang digunakan baik dari sisi panduan pelaksanaan maupun imlplementasi di kelas, serta partisipasi dalam kegiatan perkuliahan. Adminitrasi ini untuk memastikan proses akademik berlangsung sesuai dengan standar yang ditetapkan terutama Standar Nasional-Pendidikan tinggi (SN-DKITI).
  2. Recognisi.  Butir ini ingin membangun performance secara individu para dosen terutama berkaitan dengan bidang keilmuan yang ditekuni selama ini. Dalam hal ini akan membangun pengakuan pihak lain terhadap apa yang dibangun selama ini terutama yang berkaitan dengan keilmuannya.  Secara sistem pelayanan Pendidikan, aspek ini membangun banyak hal dalam peningkatan pelaksanaan Pendidikan di tingkat Program Studi.  Pada kesempatan ini dibangun komitmen minimal 1 tahun sekali yang dapat dicapai oleh minimal 40% dosen program studi kimia.
  3. Riset Dosen.  Butir ini merupakan Dharma kedua bidang penelitian yang memang secara build in telah melekat dalam kegiatan dosen.  Diharapkan aktivitas ini akan mendukung aktivitas pengajaran dan pemanfaatannya di masyarakat. Pada kesempatan ini dibangun komitmen agar para dosen secara individu maupun kolektif mendapatkan kesempatan untuk riset 50% dari jumlah dosen yang program studi kimia baik melalui pendanaan sponsor maupun mandiri. 
  4. Publikasi Ilmiah.  Pada butir ini mendorong para dosen untuk mempublikasikan hasil penelitian maupun bacaaannya dalam bentuk artikel ilmiah maupun buku yang memiliki nilai akademik dan kemanfaatan tinggi.  Publikasi Ilmiah akan mengakselerasi peningkatan kualitas pelayanan maupun kemanfaatan karya Dosen pada Program Studi Kimia yang akan mendukung peningkatan aktivitas pada butir riset dan Recognisi Dosen.  Komitmen yang canangkan adalah minimal 2 artikel per tahun baik sebagai penulis pertama maupun kolaborasi dan 20% diantaranya memiliki kualitas internasional.
  5. Kepangkatan Akademik (Jabatan Fungsional).  Kepangkatan akademik juga menjadi bagian penguatan pengakuan dosen terhadap kegiatan Tri dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh para dosen.  Adapun pentahapan kepangkatan ini adalah Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Profesor (Guru Besar). Tentu saja dalam jangka Panjang setiap Civitas Akademika memiliki tujuan (goal) akhir dalam kepangkatan ini yaitu menjadi seorang Profesor (Guru Besar).  Namun di internal Program Studi Kimia berdasarkan kondisi internal dan perkiraan kemampuan pencaipaiannya dalan Jangka Pendek dan Menengah ditetapkan komitmen MINIMAL yang MUNGKIN bisa dicapai yaitu LEKTOR (68%) dan LEKTOR KEPALA (32%). 
  6. Pengabdian Masyarakat. Butir ini ingin menyoroti tentang kualitas dan kuantitas pelaksanaan KEMANFAATAN kegiatan pengabdian masyarakat berdasarkan keilmuan yang ditekuni dosen untuk diimplementasikan kepada masyarakat.  Komitmen yang dibangun dalam jangka pendek dan menengah ini adalah minimal 2 kali dalam setahun baik kegiatan yang bersifat individu maupun kolektif.  Kegiatan kolektif dapat berkolaborasi dengan pihak lain sehingga upaya kegiatan Kerjasama yang memberikan nuansa pengabdian perlu dijadikan program perioritas.

Demikian penjelasan beberapa butir-butir standar minimal performance yang akan diupayakan pencapaiannya dalam jangka pendek maupun jangka menengah.  Berdasarkan penjelasan butir-butir tersebut akan diturunkan dalam berbagai rangkaian program-program kerja implementasi. Selain itu, akan diikuti dengan proses EVALUASI yang konsisten dan berkelanjutan. Komitmen dan komunikasi intensif juga menjadi prasyarat mutlak dalam upaya pencapaiannya, dengan melibatkan stakeholders dari berbagai tingkatan khususnya di tingkat Civitas Akademika.  Terimakasih.- (LOS).